Anda Harus Memahami Sistem Bisnis Waralaba Sebelum Terjun ke Bidang ini

Memahami Sistem Bisnis Waralaba harus Anda ketahui dan cermati sebelum Anda memilih terjun di bidang ini. Waralaba atau sering kita kenal dengan istilah franchise adalah hak khusus yang dimiliki seseroang atau badan usaha untuk menjual kembali produk yang telah ada. Produk tersebut dapat berupa barang, jasa maupun layanan yang sudah tersedia. Sistem ini sudah ada sejak 1950-an, namun banyak orang yang belum memahami benar tentang sistem waralaba.

Memahami Sistem Bisnis Waralaba dengan Cermat

Memahami Sistem Bisnis Waralaba benar-benar harus Anda perhatikan ketika Anda ingin terjun ke bisnis ini. Waralaba adalah terapan metode khusus yang berguna untuk memicu peningkatan penjualan produk. Waralaba apat diartikan sebagai kantor cabang dimana pembeli waralaba berperan sebagai pimpinannya. Keberhasilan dari masing-masing cabang tidak berhubungan langsung terhadap pusat.

Pelaku bisnis waralaba terdiri dari dua yaitu pembeli dan penjual. Waralaba sebagai pendiri sekaligus penjual bisnis yang meminjamkan merek produk untuk dijalankan oleh orang lain dengan imbalan dana. Dalam perjanjian waralaba akan menjelaskan ketentuan yang tertuang secara resmi dan tertulis.

Seorang pembeli bisnis dilarang keras mengubah merek dan manajemen produk. Karena hal tersebut merupakan hak paten penjual. Tugas pembeli bisnis hanya membantu meningkatkan peredaran produk di pasaran. Semakin banyak produk yang dijual, tentu keuntungan pun akan semakin besar pula.

 Jenis waralaba sendiri terbaik menjadi dua yaitu :

  • Waralaba Dalam Negeri

Waralaba Dalam Negeri biasanya dipilih oleh mereka yang ingin berinvestasi supaya dapat menjadi seorang pengusaha. Tetapi banyak orang yang masih kurang wawasan mengenai waralaba dalam negeri. Sesuai dengan namanya, waralaba ini merupakan waralaba yang ada di dalam negeri.

Baca juga : Peluang Bisnis Mainan Anak

  • Waralaba Luar Negeri

Waralaba luar negeri banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Alasannya karena sistem waralaba luar negeri lebih jelas dan mudah dipahami dibanding dengan dalam negeri. Selain itu, merek yang ditawarkan pada produk pun telah mendunia hingga ke pelosok negeri. Sehingga mereka lebih mudah dalam penjualan atau pemasarannya.

Dari biaya waralaba ini terdiri dari dua ongkos yaitu :

  • Ongkos Awal

Ongkos yang harus disediakan dalam menjalani waralaba yaitu mulai dari 10 juta hingga 1 milyar. Ongkos tersebut merupakan biaya yang dikeluarkan oleh pemilik waralaba. Biaya tersebut digunakan untuk membuat tempat usaha sesuai sesuai dengan spesifikasi pemilik waralaba.

  • Ongkos Royalti

Ongkos royalti merupakan ongkos atau biaya yang dibayarkan pemegang waralaba setiap pada setiap bulan. Biaya didapatkan dari laba operasional yang sudah dijalankan. Ongkos royalti biasanya berkisar dari 5% hingga 15% dari penghasilan menyeluruh atau kotor. Namun ongkos royalti yang layak yaitu 10 persen. Lebih dari 10 persen biasanya biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran yang dipertanggungjawabkan.

Di Indonesia terdapat banyak sekali usaha yang berbasis sistem waralaba dimana sangat menjamur di kalangan pebisnis dunia. Usaha dengan sistem waralaba di Indonesia seperti wong solo, warung steak, SS, hi hop, red crispy dan masih banyak lagi. Ada juga tempat belanja yang bersifat waralaba seperti yomart, indomart, alfamart dan lain-lain.

Untuk mempermudah bisnis waralaba, Anda dapat menggunakan Finata yang merupakan Software Bisnis. Berbagai fitur menarik yang ada di Finata akan membantu Anda untuk berkembang dan mempermudah perhitungan keuangan Anda.

Selain Anda harus Memahami Sistem Bisnis Waralaba, tentu Anda juga harus menguasai sistem laporan keuangan. Hal tersebut untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian. Finata juga menyediakan platform yang tentunya akan mempermudah pada UKM dan UMKM.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *